Multidata's Blog

Just another WordPress.com weblog

Allah Tidak Pernah Tidur November 10, 2009

Filed under: Hikmah,Kisah,Oase — multidata @ 3:14 am

Images

Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11 malam. Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini. Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat berjalan, warna langit tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah dengan “acara” kehujanan.

Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana. Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala.

Dia menyilahkan saya duduk. (more…)

 

Cinta Rabiah October 28, 2009

Filed under: Annisa,Kisah — multidata @ 11:52 am



Pada suatu hari seorang lelaki datang kepada Rabiah al-Adawiyah al-Bashriyah dan bertanya, “Saya ini telah banyak melakukan dosa. Maksiat saya bertimbun melebihi gunung-gunung. Andaikata saya bertobat, apakah Allah akan menerima tobat saya?”

“Tidak,” jawab Rabiah dengan suara sangar.

Pada kali yang lain seorang lelaki datang pula kepadanya. Lelaki itu berkata, “Seandainya tiap butir pasir itu adalah dosa, maka seluas gurunlah tebaran dosa saya. Maksiat apa saja telah saya lakukan, baik yang kecil maupun yang besar. Tetapi sekarang saya sudah menjalani tobat. Apakah Tuhan menerima tobat saya?” (more…)

 

Akhlak Majikan dan Akhlak Budak October 28, 2009

Filed under: Kisah — multidata @ 11:50 am

Abdullah bin Thahir bercerita: Pada suatu hari aku berada di sisi Amirul Mukminin al-Ma’mun, putra Harun ar- Rasyid. Dia kemudian memanggil pembantunya, seorang anak remaja Turki, “Ya ghulam!”

Anak itu datang dan berkata, “Tiap kali saya keluar dari sini, engkau selalu berteriak memanggil-manggil “ya ghulam”. Sampai kapan panggilan ya ghulam, ya ghulam, kau serukan? Tidakkah seharusnya bagi seorang ghulam saat ini waktu makan dan minum?”

Al-Ma’mun hanya diam dan menundukkan kepalanya.

Aku mengira anak itu bakal dikenakan hukuman, tetapi ternyata tidak.

Al-Ma’mun kemudian mengangkat kepalanya dan berkata kepada budaknya itu, “Kamu mulai sekarang bebas (merdeka) karena Allah SWT.”

Kemudian al-Ma’mun berkata, “Wahai Abdullah, bila seorang majikan berakhlak baik, maka akhlak pembantunya menjadi buruk. Dan bila ia berakhlak buruk, maka akhlak pembantunya menjadi baik. Namun tidak sepatutnya kita memperburuk akhlak kita agar akhlak pembantu kita menjadi baik!”

sumber : alsofwa.or.id

Tags: ,
 

Pudarnya Pesona Cleopatra October 27, 2009

Filed under: Hikmah,Kisah,Oase — multidata @ 1:54 pm

Pudarnya Pesona Cleopatra

Toek para suami, Yakinlah… istrimu selalu berusaha membahagiakanmu…  

 

Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalan kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal.” Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu”
kata ibu.

“Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. (more…)

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.